Cinta dan Benci: Pengaruh Besar pada Hati dan Penilaian Manusia
Cinta dan Benci: Pengaruh Besar pada Hati dan Penilaian Manusia
Bismillah,
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah berkata:
“Cinta itu membuat mata buta dari segala cacat dan aib yang ada. Sedangkan kebencian itu membuat semua keburukan terlihat jelas di pandangannya.” [Majmu‘ Fatawa Ibnu Utsaimin]
Ucapan ini sangat tepat menggambarkan bagaimana cinta dan benci dapat mempengaruhi cara kita memandang orang lain. Orang yang mencintai, sering menutup mata terhadap kekurangan orang yang dia cintai, bahkan bisa membenarkan kesalahannya. Sebaliknya, orang yang benci akan membesar-besarkan kekurangan, bahkan melihat kebaikan pun sebagai keburukan.
Dalil-Dalil Lain Tentang Cinta dan Benci
Berikut dalil-dalil yang menunjukkan betapa besar pengaruh cinta dan benci dalam kehidupan seorang muslim:
أَحْبِبْ حَبِيبَكَ هَوْنًا مَا عَسَى أَنْ يَكُونَ بَغِيضَكَ يَوْمًا مَا وَأَبْغِضْ بَغِيضَكَ هَوْنًا مَا عَسَى أَنْ يَكُونَ حَبِيبَكَ يَوْمًا مَا
“Cintailah orang yang engkau cintai sekadarnya saja, boleh jadi dia akan menjadi orang yang engkau benci suatu hari nanti. Dan bencilah orang yang engkau benci sekadarnya saja, boleh jadi dia akan menjadi orang yang engkau cintai suatu hari nanti.” [HR. At-Tirmidzi no. 1997, hasan]
وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَىٰ أَلَّا تَعْدِلُوا ۚ اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ
“Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum membuatmu berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa.” [QS. Al-Maidah : 8]
الْمُؤْمِنُ يَأْلَفُ وَيُؤْلَفُ وَلَا خَيْرَ فِيمَنْ لَا يَأْلَفُ وَلَا يُؤْلَفُ
“Seorang mukmin itu akrab dan mudah diajak bergaul, dan tidak ada kebaikan pada orang yang tidak akrab dan tidak bisa diajak bergaul.” [HR. Ahmad no. 8939, hasan]
Hikmah Bersikap Adil dalam Cinta dan Benci
Cinta berlebihan bisa menyebabkan membenarkan kesalahan, sebaliknya benci berlebihan membuat kita menolak kebaikan orang lain.
Islam mengajarkan adil meskipun kepada orang yang kita benci.
Cinta dan benci itu bisa berubah seiring waktu. Bersikap proporsional menjaga kita dari malu atau penyesalan.
Sikap pertengahan dalam cinta dan benci membuat hubungan tetap baik meskipun ada perbedaan.
Penjelasan Tambahan
Ucapan Syaikh Al-Utsaimin rahimahullah:
“Cinta itu membuat mata buta dari segala cacat dan aib yang ada. Sedangkan kebencian itu membuat semua keburukan terlihat jelas di pandangannya.”
Menjelaskan bahwa:
Islam tidak melarang cinta maupun benci. Namun keduanya harus berada dalam koridor syariat:
Kesimpulan
Cinta dan benci adalah dua kekuatan besar dalam hati manusia. Namun Islam mengajarkan kita:
Mari kita mencintai dan membenci karena Allah, agar cinta kita tidak menjadi buta, dan benci kita tidak berubah menjadi kedzaliman.
Sumber Rujukan





